Umumnyacerita berakhir dengan hal-hal yang tidak disukai, misalnya kematian, kegagalan, atau kehilangan. Tidak banyak cerita yang menggunakan ending jenis ini karena memang tidak banyak pembaca yang menyukainya. Namun, jika dieksekusi dengan baik, cerita dengan sad ending justru bisa mendatangkan kesan tersendiri bagi pembaca. 4. Question Ending
Cerpenini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 9 Desember 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com. Cerpen Tentang Kematian merupakan cerita pendek karangan Irdandi Yuda Permana, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.
CintaBerakhir Kematian. Cerpen Karangan: Faiqotul Muniroh. Kategori: Cerpen Cinta Sedih. Lolos moderasi pada: 22 June 2016. Pagi ini tidak bersahabat, langit yang biasa terlihat indah dengan sinar mentari indahnya, tiba-tiba enggan membagikan sinarnya pada bumi. Sehingga tampak mendung yang disertai gerimis.
Y7gLzpj. Cerpen Karangan M. Andhika PratamaKategori Cerpen Korea Lolos moderasi pada 2 June 2017 Suatu hari, di sebuah ruangan terlihat seorang wanita cantik sedang memainkan piano dengan sangat indah. Ia memainkan lagu bertajuk “A Song Of Joy” karya Ludwig Van Beethoven. Ketika sedang memainkan piano dengan baik dan indah, tiba-tiba wanita tersebut berhenti dan mendengar suara perempuan separuh baya memanggilnya. “Mi-Kyung, Song Mi-Kyung” Ternyata, gadis itu bermimpi tentang bermain piano. Gadis tersebut pun terbangun dari mimpi indahnya dan mengmbil sebuah buku kecil dan mencatat sesuatu. Ia mencatat “Ada apa bi?” Bibinya pun menjawab “Ini makanan untukmu. Ini sudah saatnya makan malam.” Gadis tersebut pun mencatat lagi “Terimakasih bi.” “Sama-sama non. Saya kembali ke dapur dulu.” jawab perempuan separuh baya itu. Perempuan separuh baya itu pun pergi meninggalkannya yang masih berada didalam kamar. Gadis itu bernama Song Mi-Kyung. Ia ada seorang tunarungu atau seseorang yang tidak bisa mendengar atau berbicara. Bisa dibilang Bisu. Ia dilahirkan oleh keluarga kaya raya. Kehidupannya sangat bahagia hingga suatu kecelakaan terjadi yang menyebabkan ibunya tewas. Ayahnya pun menikah dengan seorang wanita dan ibu tiri Mi-Kyung membuat Mi-Kyung seperti pembantu jika ayahnya tidak ada di rumah Seperti cerita Cinderella Awalnya Mi-Kyung bisa berbicara dan mendengar. Namun, karena terjadi suatu kecelakaan 5 tahun yang lalu ia pun akhirnya kehilangan kemampuannya untuk mendengar dan berbicara. 5 tahun yang lalu, di sebuah rumah megah bak istana, terlihat Song Mi-Kyung sedang membantu ibunya berkemas karena mereka akan pergi ke luar negeri. “Ibu, apakah ayah ikut dengan kita?” tanya Mi-Kyung. “Ayahmu tidak ikut. Dia ada pekerjaan di sini. Jadi kita saja yang pergi.” jawab ibunya. “Aku mengerti. Biar aku bantu bu.” kata Mi-Kyung. “Baiklah putriku.” Setelah selesai berkemas, Mi-Kyung dan ibunya pun pergi menuju bandara. Di pertengahan jalan, ponsel ibu Mi-Kyung berbunyi. Ketika hendak diangkat, ponsel tersebut jatuh. Ibu Mi-Kyung pun berusaha meraih ponselnya yang terus berdering. Ketika dapat, ia melihat sebuah mobil derek terparkir di depannya. Alhasil, mobil tersebut melanggar mobil derek tersebut. Kondisi ibu Mi-Kyung sangat mengenaskan. Mereka berdua pun segera dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulan. Nyawa ibu Mi-Kyung tidak tertolong dan Mi-Kyung harus merelakan diri kehilangan kemampuan mendengarnya dan kemampuan berbicara karena ada syaraf yang rusak. Kehidupan Mi-Kyung semakin mengharukan kala ia mengetahui ayahnya akan menikah lagi. Ayahnya pun menikahi seorang wanita biasa yang juga memiliki seorang anak. Awalnya ibu Tiri Mi-Kyung dan Saudara tiri Mi-Kyung baik terhadap Mi-Kyung. Namun ketika ayah Mi-Kyung pergi ke luar negeri karena ada pekerjaan, Ibu tiri dan saudara tirinya malah membuatnya menjadi seorang pembantu. Mi-Kyung disiksa, tidak diberikan makan, kadang-kadang ia tidur di teras depan rumah. Impiannya untuk menjadi pianis terkenal pun pupus. Tidak ada harapan lagi dalam benaknya untuk menggapai cita-citanya. Ia pasrah dengan keadaan. 5 tahun kemudian… “Mi-Kyung!” teriak Han-Soo, saudara tiri Mi-Kyung. Mi-Kyung mencatat sesuatu “Ada apa?” “Buatkan aku makan. Aku lapar” Mencata “Baiklah” Mi-Kyung membuatkan Han-Soo makanan. Itulah setiap hari yang dikerjakan Mi-Kyung di rumah. Ia tidak pernah datang ke sekolah lagi. Hari-harinya semakin suram ketika ia mengetahui kalau ayahnya meninggal saat perjalanan bisnis. Setelah itu ia diusir dari rumah oleh ibu tirinya. Suatu ketika, karena tidak tahan dengan cobaan yang ia terima, Mi-Kyung pun menuliskan sebuah surat. Surat tersebut berisikan “Kalian berdua sangat kejam. Kalian sangat kejam! Sangat kejam! Suatu saat aku akan membalas kalian! Lihat saja!” surat tersebut pun diantarkannya ke rumah sebelum ia bunuh diri. Beberapa jam sebelum ia bunuh diri, setelah ibu tirinya membaca surat tersebut, ia pun membakar rumahnya dan menyebabkan ibu dan saudara tirinya mati terpanggang. Saat itu juga Mi-Kyung tersenyum melihat kobaran api yang Membesar. Ia pun bernarasi dalam hati “Kalian layak mendapatkan itu” setelah itu, ia pun pergi ke sebuah tempat untuk bunuh diri. Selesai… Cerpen Karangan M. Andhika Pratama Facebook Andhika Pratama Dhika Cerpen Sad Ending, I’m Happy merupakan cerita pendek karangan M. Andhika Pratama, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Dia Adalah Sorbonne Oleh Rail Rahardian “Hati-hati,” suara lembut itu membuatku mendongak. Pemuda itu tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya. Senyum manis dari bibirnya terukir sempurna. Aku hela nafasku dan membalas senyumnya walau terkesan janggal. “Terima Unexpected Oleh Eviey Silvya Aku masih tidak mengerti dengan takdir Allah yang sekarang terjadi. Dia telah memberikan kebahagiaan sebesar ini. Meskipun aku dulu menginginkan seorang pria yang memiliki akhlak yang baik dan dari Me And Cho Kyuhyun In Nami Island Oleh Lili Safera Putri Bagi kalian pecinta K-pop atau suka nonton drama dan film korea, pasti kalian mengidolakan atau ngefans sama mereka. Ya, begitu juga dengan gue. Sebenarnya gue ngefans sama beberapa artis Mia to Seung Jo Part 2 Oleh Mia Laven Aku baru bangun tidur saat ponselku berbunyi. Ternyata ada pesan dari Seung Jo. Dan yang lebih mengagetkan aku, ternyata dia sudah ada di rumahku. Sekarang dia ada di bawah. Antara Yoona dan Lee Oleh Ragil Trie Ambar Handini “Aigoo, gimana sih. Kalau jalan itu matanya dipake dong!” kata seorang yeoja di hadapannya. “heh, yang nabrak itu kamu bukan aku tau. Dasar cewek aneh!” balas namja itu dengan “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Happy Reading!! Warning! Sad Endding!Tidak suka tinggalkan!!! 🌝🌝🌝🌝🌝 Entah mengapa tiba – tiba saja aku takut. Sore ini seperti biasa aku menonton sinema keluarga kesukaanku, kemudian kulanjutkan dengan bermain PS hingga petang. Bosan dengan hanya seperti itu aku lalu mulai menyalakan computer kesayanganku, meskipun sudah cukup tua namun aku masih bersyukur berkat benda tua inilah semua tugas kuliahku dapat fasilitas internet dirumahku memang tidak susah karena ayah sengaja berlangganan wi-fi demi memudahkan semua pekerjaan ayah yang berhubungan dengan internet. Ayahku adalah seorang konsultan keuangan, ia memiliki agensi sendiri yang menyediakan jasa konsultan bagi bermacam – macam perusahaan, tak jarang ayah menerima pekerjaan dari perusahaan asing, sehingga fasilitas internet sangat dibutuhkan bagi ayah. Melanjutkan aktivitasku sore ini aku membuka akun Facebookku dan melihat beberapa notifikasi. Oh ternyata salah seorang temanku berulangtahun hari ini, kusempatkan menulis didindingnya untuk sekadar mengucapkan selamat ulangtahun, setelah kuamati beberapa kiriman dari teman – temannya yang lain aku baru menyadari usianya sekarang menginjak angka 19 tahun. Aku yang saat ini baru berusia 18 tahun sedikit tersenyum dah berkata dalam hati setua itukah orang yang sudah berusia 19 tahun, namun seketika senyum itu lenyap, benar–benar hilang dan tergantikan oleh kekhawatiran yang berkecamuk didalam hati dan pikiranku. Ya kurang dari setahun lagi usiakupun akan 19 tahun, selama 19 tahun ini apa yang telah aku lakukan? Apa yang telah aku berikan ? Apa yang harus aku lakukan dimasa mendatang?. Berbagai pertanyaan silih berganti menghantui fikiranku. Semua hal seakan terputar kembali, memori masa kecilku, kisah hidupku, semuanya nampak jelas dalam dalam bayanganku. Lalu satu fikiran yang sangat elas terlintas difikiranku adalah tentang kematian. Sudah siapkah aku untuk mati? Tanggungjawab apakah yang akan aku berikan kepada Tuhan? Sudah pantaskah aku selama ini melupakan kewajibanku? Semua yang berada didalam otakku kemudian mencair, meleleh dan lebur. Berfikir untuk apa yang telah aku lakukan dan memilih untuk apa yang aka aku lakukan berselang lama suara adzan yang berkumandang terdengar jelas dan akhirnya aku keluar dari akun facebookku dan beranjak menuju kamar mandi. Semalaman membuatku tak nyenyak tidur dan akhirnya aku memutuskan untuk beranjak menuju meja belajarku dan kunyalakan computer yang berada dihadapanku. Anehnya kali ini komputer ini tidak mau menyala dan malah hanya menunjukkan layar hitam saja. Ketakutan yang tak beralasan kini benar–benar menggangguku, sekujur tubuhku kurasakan dingin dan seluruh organ tubuhku melemas dan dalam sekejab aku tak sadarkan diri.
cerpen sad ending kematian